Perbedaan Beras Merah dan Ketan Merah: Apa Bedanya?

beras dan ketan merah

PRODUKDESA.com – Beras merah dan ketan merah sama-sama dapat memiliki warna merah atau merah kecokelatan sehingga sekilas terlihat mirip. Namun, beras merah dan ketan merah bukan jenis beras yang sama.

Perbedaan keduanya terutama terlihat pada karakter beras, kandungan pati, tekstur setelah matang, pengolahan, serta penggunaannya dalam makanan.

Secara sederhana, beras merah umumnya merupakan beras nonketan yang masih mempertahankan lapisan bran dan germ, sedangkan ketan merah merupakan beras ketan yang memiliki sifat lengket ketika matang.

Untuk memahami perbedaannya dengan cepat, lihat tabel berikut.

Tabel Perbedaan Beras Merah dan Ketan Merah

PerbandinganBeras MerahKetan Merah
JenisBeras nonketanBeras ketan atau glutinous rice
WarnaMerah, merah kecokelatan, hingga merah tua tergantung varietasDapat berwarna merah atau merah keunguan tergantung varietas
Tekstur setelah dimasakCenderung lebih berbutir dan tidak terlalu lengketLebih lengket dan pulen
Karakter patiMengandung amylose dan amylopectin dengan proporsi yang berbeda menurut varietasSangat tinggi amylopectin dan sangat rendah amylose
Lapisan branDapat tetap dipertahankan pada beras merah yang diproses sebagai whole grainBergantung pada tingkat penggilingan
PenggunaanNasi, bubur, salad, dan berbagai olahan berasKue tradisional, kudapan, makanan berbahan ketan, dan berbagai olahan ketan
Ciri utamaMemiliki tekstur lebih padat dan karakter rasa yang khasMemiliki sifat lengket setelah dimasak

Apakah Beras Merah dan Ketan Merah Itu Sama?

Tidak. Beras merah dan ketan merah berbeda.

Kata “merah” pada keduanya terutama menunjukkan warna atau karakter varietas, bukan berarti keduanya berasal dari jenis beras yang sama.

Beras merah merupakan kelompok beras dengan warna merah atau kemerahan. Dalam artikel ini, beras merah yang dibandingkan dengan ketan merah adalah beras merah nonketan. Sementara itu, ketan merah termasuk kelompok beras ketan yang memiliki karakteristik sangat lengket setelah matang.

Perbedaan ini penting karena warna saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu beras termasuk beras merah biasa atau beras ketan merah.

Apa Itu Beras Merah?

Beras merah merupakan salah satu jenis beras dengan warna merah hingga merah kecokelatan. Dalam bentuk whole grain, beras mempertahankan tiga bagian utama biji, yaitu bran, germ, dan endosperm.

Bran merupakan lapisan luar yang kaya serat dan berbagai zat gizi, sedangkan germ merupakan bagian yang menjadi calon tumbuhnya tanaman. Endosperm merupakan bagian terbesar dari biji dan terutama menjadi sumber pati.

Karena lapisan bran dan germ masih dipertahankan, beras merah whole grain biasanya mempunyai tekstur lebih kenyal dan waktu memasak yang lebih lama dibandingkan beras putih yang sudah dipoles.

Perlu dibedakan antara sekam dan bran. Sekam merupakan kulit gabah bagian luar yang terbuang ketika gabah menjadi beras. Jadi, warna dan karakter beras merah bukan karena sekam masih menempel pada beras konsumsi.

beras merah
Contoh Beras Merah, Sumber: Tokopedia
Link pembelian: https://tk.tokopedia.com/ZSqqFHAdF/

Apa Itu Ketan Merah?

Ketan merah merupakan beras ketan dengan warna biji merah atau kemerahan.

Hal yang paling mudah terlihat adalah teksturnya setelah matang. Ketan mempunyai sifat lebih lengket dibandingkan beras nonketan.

Sifat tersebut terutama berkaitan dengan komposisi patinya. Beras ketan memiliki kandungan amylopectin yang sangat tinggi dan kandungan amylose yang sangat rendah sehingga menghasilkan tekstur lengket ketika matang.

Jadi, ketan merah disebut ketan bukan karena warnanya, tetapi karena karakteristik patinya.

ketan merah
Contoh Ketan Merah, Sumber: Tokopedia
Link pembelian: https://tk.tokopedia.com/ZSqqYec2H/

Perbedaan Utama Beras Merah dan Ketan Merah

1. Perbedaan Jenis Beras

Perbedaan pertama terletak pada karakter biologis dan genetiknya.

Beras merah dapat berasal dari varietas beras yang memiliki warna merah pada lapisan luarnya. Sementara itu, ketan merah merupakan varietas beras yang memiliki sifat ketan atau glutinous.

Dengan kata lain:

Merah adalah karakter warna. Ketan adalah karakter jenis dan sifat beras.

Karena itu, tidak semua beras yang berwarna merah adalah ketan merah.

2. Perbedaan Tekstur Setelah Matang

Perbedaan paling mudah terlihat adalah teksturnya. Beras merah yang bersifat nonketan cenderung menghasilkan nasi dengan butiran yang lebih terpisah dan tekstur yang lebih padat atau kenyal.

Ketan merah menghasilkan tekstur yang lebih lengket karena komposisi patinya didominasi amylopectin. Inilah alasan beras ketan banyak digunakan untuk berbagai makanan yang membutuhkan tekstur lengket dan mudah dibentuk.

3. Perbedaan Kandungan Pati

Pati merupakan salah satu faktor utama yang membedakan tekstur beras setelah matang.

Secara umum, pati beras tersusun terutama dari amylose dan amylopectin. Pada beras ketan, kandungan amylopectin sangat tinggi sementara amylose sangat rendah. Karakter tersebut membuat beras ketan menjadi lengket ketika matang.

Sementara itu, beras nonketan mempunyai proporsi amylose yang lebih tinggi dibandingkan beras ketan, meskipun komposisinya tetap dapat berbeda antarvarietas. Karena itulah dua beras yang sama-sama berwarna merah dapat menghasilkan tekstur yang sangat berbeda setelah matang.

4. Perbedaan Pengolahan

Pengolahan juga perlu dipahami dengan benar. Pada beras merah whole grain, proses penggilingan dapat menghilangkan sekam tetapi mempertahankan sebagian besar bran dan germ.

Pada beras ketan, tingkat penggilingan dapat berbeda-beda. Ada ketan yang telah mengalami penggilingan hingga berwarna putih, tetapi sifat ketannya tetap ada karena karakter pati tidak ditentukan oleh warna kulit beras. Artinya, warna merah dan sifat ketan merupakan dua karakter yang berbeda.

5. Perbedaan Penggunaan dalam Makanan

Beras merah lebih sering digunakan sebagai nasi atau bahan makanan yang membutuhkan tekstur beras yang tidak terlalu lengket.

Beras ketan merah lebih cocok untuk makanan yang memang memanfaatkan sifat lengketnya, baik untuk makanan tradisional maupun berbagai olahan berbahan ketan.

Penggunaan akhirnya tetap bergantung pada varietas dan tradisi kuliner di masing-masing daerah.

Apakah Ketan Merah Lebih Sehat daripada Beras Merah?

Tidak tepat menyimpulkan bahwa salah satunya selalu lebih sehat untuk semua orang.

Keduanya memiliki karakter gizi dan fungsi pangan yang berbeda. Beras merah yang masih mempertahankan bran dan germ termasuk kelompok whole grain dan dapat menyediakan lebih banyak serat serta sejumlah vitamin dan mineral daripada beras yang telah dimurnikan.

Manfaat suatu makanan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis beras. Namun perlu juga memperhatikan pola makan secara keseluruhan, jumlah konsumsi, cara pengolahan, dan kebutuhan individu.

Karena itu, sebaiknya hindari klaim bahwa ketan merah atau beras merah merupakan “obat” untuk penyakit tertentu.

Mengapa Beras Merah Lebih Sehat daripada Beras Putih?

Manfaat Ketan Merah

Ketan merah banyak dicari karena warnanya yang khas dan kandungan gizinya. Berikut manfaat yang realistis berdasarkan karakter bijinya:

  • Sumber energi. Seperti beras pada umumnya, ketan merah terutama berisi pati sehingga menjadi sumber karbohidrat dan energi.
  • Mengandung antioksidan alami di kulit ari. Warna merah pada beras berpigmen berasal dari senyawa fenolik seperti proantosianidin yang terkonsentrasi di lapisan bran. Penelitian pada beras berpigmen menunjukkan kandungan fenolik dan aktivitas antioksidannya lebih tinggi daripada beras putih.
  • Serat lebih banyak bila tidak digiling sampai putih. Ketan merah yang lapisan bran-nya masih dipertahankan menyumbang serat lebih banyak daripada ketan putih yang sudah dipoles.
  • Bahan pangan lokal bernilai tambah. Ketan merah dapat diolah menjadi aneka kudapan berbahan ketan seperti jadah, wajik, atau tape, sehingga punya nilai ekonomi bagi petani dan pengolah pangan di desa.

Yang perlu diperhatikan: karena patinya didominasi amilopektin, ketan termasuk pangan yang cepat dicerna dan dapat menaikkan gula darah lebih cepat. Penderita diabetes atau orang yang sedang mengatur gula darah sebaiknya memperhatikan porsi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Ketan merah bukan obat untuk penyakit apa pun.

Beras Merah atau Ketan Merah, Mana yang Cocok?

Jawabannya tergantung tujuan penggunaannya.

Jika ingin menyiapkan nasi dengan karakter beras yang relatif tidak lengket dan mempertahankan lapisan bran pada produk whole grain, beras merah dapat menjadi pilihan.

Jika membutuhkan beras dengan tekstur lengket untuk makanan tertentu, ketan merah lebih sesuai.

Jadi, jangan menentukan pilihan hanya berdasarkan warna merahnya. Perhatikan jenis beras, karakter pati, tekstur, dan tujuan penggunaannya.

Cara Membedakan Beras Merah dan Ketan Merah

Saat membeli, Anda perlu memperhatikan beberapa hal:

  1. Lihat label produk. Cari keterangan apakah produk merupakan beras merah atau beras ketan merah.
  2. Perhatikan tekstur setelah matang. Ketan umumnya jauh lebih lengket.
  3. Jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya indikator. Beras merah dan ketan merah sama-sama dapat memiliki warna kemerahan.
  4. Periksa varietas atau asal produk apabila informasi tersebut tersedia.

Beras Merah vs Ketan Hitam: Apakah Sama?

Tidak. Ketan hitam adalah beras ketan berwarna ungu kehitaman, sedangkan beras merah umumnya beras nonketan berwarna merah. Warna gelap ketan hitam terutama berasal dari antosianin, sementara warna merah pada beras merah terutama berasal dari proantosianidin. Perbandingan ketiganya:

PerbandinganBeras MerahKetan MerahKetan Hitam
JenisBeras nonketanBeras ketanBeras ketan
WarnaMerah hingga merah kecokelatanMerah hingga merah keunguanUngu kehitaman
Pigmen utamaProantosianidinProantosianidin (beragam menurut varietas)Antosianin
Tekstur setelah matangBerbutir, tidak terlalu lengketLengketLengket
Contoh olahanNasi, buburKudapan berbahan ketanBubur ketan hitam, tape ketan hitam

Dari Mana Asal Beras Merah?

Beras merah berasal dari varietas padi yang lapisan kulit arinya (perikarp) mengandung pigmen merah. Indonesia memiliki banyak varietas lokal beras merah, dan Balitbangtan Kementerian Pertanian juga telah melepas varietas unggul beras merah, misalnya Aek Sibundong serta Inpari 24 Gabusan yang dilepas pada 2012 dengan tekstur nasi pulen.

Warna merah hanya bertahan bila kulit ari tidak digiling habis. Karena itu beras merah biasanya dijual sebagai beras pecah kulit atau beras yang digiling ringan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ketan merah sama dengan beras merah?

Tidak. Keduanya sama-sama berwarna merah, tetapi ketan merah adalah beras ketan yang lengket setelah matang, sedangkan beras merah umumnya beras nonketan yang lebih berbutir.

Apa perbedaan beras dan ketan?

Perbedaan utamanya ada pada pati. Beras biasa mengandung amilosa dan amilopektin, sedangkan pati ketan hampir seluruhnya amilopektin sehingga sangat lengket ketika dimasak. Saat mentah, butir ketan juga cenderung tampak putih susu dan tidak bening.

Apakah beras merah dan ketan hitam sama?

Tidak. Ketan hitam adalah beras ketan berpigmen antosianin dengan warna ungu kehitaman, sedangkan beras merah adalah beras nonketan berpigmen merah.

Apakah ketan merah boleh dikonsumsi penderita diabetes?

Ketan merah cepat dicerna karena patinya didominasi amilopektin, sehingga porsinya perlu dibatasi. Konsultasikan pola makan yang tepat dengan dokter atau ahli gizi.

Bisakah beras merah dan ketan merah dimasak bersama?

Bisa. Sebagian orang mencampur sedikit ketan ke dalam beras merah agar nasinya lebih pulen. Rendam beras merah lebih dulu karena butirnya lebih keras dan membutuhkan waktu masak lebih lama.

Kesimpulan

Beras merah dan ketan merah tidak sama.

Beras merah merujuk pada beras dengan karakter warna merah atau kemerahan dan dapat berupa beras nonketan yang masih mempertahankan bran dan germ sebagai whole grain.

Sementara itu, ketan merah merupakan beras ketan yang memiliki warna merah atau kemerahan. Ciri utamanya adalah tekstur yang lebih lengket ketika matang karena kandungan amylopectin yang sangat tinggi dan amylose yang sangat rendah.

Jadi, perbedaan paling mudah diingat adalah:

Beras merah = karakter warna dan jenis berasnya.

Ketan merah = karakter ketan dan warna merah.

Keduanya dapat digunakan untuk kebutuhan pangan yang berbeda sehingga sebaiknya Anda memilih berdasarkan jenis, tekstur, dan tujuan penggunaannya, bukan hanya berdasarkan warna.

Referensi

Zhang H. et al., Effects of milling methods on the properties of glutinous rice.

Harvard T.H. Chan School of Public Health, Whole Grains.

Harvard Health Publishing, Grain of the Month: Brown Rice.

Distribusi asam fenolik, flavonoid, antosianin, dan proantosianidin pada genotipe beras berpigmen dan nonpigmen (PMC, 2024).

Kementerian Pertanian, Prospek Pengembangan Varietas Inpari 24 Beras Merah sebagai Beras Sehat.