Mengapa Beras Merah Lebih Sehat daripada Beras Putih?

manfaat beras merah

PRODUKDESA.com – Beras merupakan makanan pokok yang mendominasi di berbagai negara, terutama di Asia. Dari sekian banyak varian beras yang ada, dua jenis yang paling populer adalah beras merah dan beras putih. Meskipun keduanya terlihat serupa, namun memiliki perbedaan signifikan dalam kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya. Beras merah telah terbukti lebih sehat daripada beras putih karena memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan beragam. Selanjutnya dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai alasan mengapa beras merah lebih sehat dan mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk mengonsumsinya.

Pemrosesan Beras Merah yang Berbeda

Perbedaan utama antara beras merah dan beras putih terletak pada pemrosesan yang mereka alami. Secara keseluruhan Beras merah adalah beras utuh yang belum mengalami proses pengupasan kulit padi dan lapisan aleuron. Terlebih lagi Lapisan-lapisan ini mengandung nutrisi yang sangat berharga, termasuk serat, vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia. Namun, pada beras putih, lapisan kulit padi dan aleuron dihilangkan selama proses pengupasan, sehingga mengurangi kandungan nutrisi yang dimiliki oleh beras merah.

Karena tidak mengalami pemrosesan yang ekstensif, beras merah mempertahankan kandungan nutrisinya yang lebih tinggi dan alami. Alhasil Inilah yang membuat beras merah lebih sehat daripada beras putih.

Baca juga: Perbedaan Beras Merah dan Ketan Merah: Apa Bedanya? · Mengatasi Diabetes dengan Jamu Kayu Manis: Apa Kata Para Ahli?

Kandungan Nutrisi Beras Merah yang Lebih Tinggi

Beras merah mengandung sejumlah nutrisi penting yang berkontribusi pada kesehatan tubuh. Demikian pula beberapa nutrisi kunci lebih melimpah dalam beras merah daripada beras putih antara lain:

a. Serat: Beras merah mengandung serat lebih tinggi daripada beras putih. Serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan, membantu mengatur buang air besar, serta mengurangi risiko sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

b. Vitamin B kompleks: Beras merah kaya akan vitamin B kompleks, termasuk thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), dan asam folat (B9). Dalam hal ini Vitamin B kompleks berperan penting dalam metabolisme energi, fungsi saraf, dan produksi sel darah merah.

c. Mineral: Beras merah mengandung mineral penting seperti magnesium, zat besi, dan seng. Dengan kata lain Mineral-mineral ini berperan dalam banyak proses fisiologis tubuh, termasuk pembentukan tulang, fungsi otot, dan sistem kekebalan tubuh.

d. Antioksidan: Beras merah mengandung senyawa antioksidan seperti anthocyanin dan proantosianidin yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

e. Protein: Meskipun kandungan protein beras merah tidak sebanyak yang terdapat dalam sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, namun ini tetap menjadi sumber protein yang baik bagi orang yang mengonsumsi makanan nabati.

Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Beras Merah

1. Pengendalian Gula Darah:

Beras merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada beras putih, artinya mereka menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat setelah terkonsumsi. Ini bermanfaat bagi penderita diabetes atau orang yang berisiko mengalami diabetes tipe 2 karena membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mengganti nasi putih dengan nasi merah dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin pada orang dengan sindrom metabolik.

2. Perlindungan Jantung:

Kandungan antioksidan dan serat dalam beras merah membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas. Peningkatan konsumsi serat juga telah terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

3. Menurunkan Risiko Kanker:

Berbagai senyawa fitokimia dalam beras merah, seperti fitoestrogen, telah dikaitkan dengan potensi anti-kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi beras merah dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker usus besar.

4. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2:

Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan yang kuat antara konsumsi beras merah dan penurunan risiko diabetes tipe 2. Konsumsi beras merah yang lebih tinggi terkait dengan penurunan risiko diabetes, sementara konsumsi beras putih yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan risiko.

5. Dukungan Penurunan Berat Badan:

Kandungan serat dalam beras merah membantu memberikan perasaan kenyang lebih lama, yang dapat membantu mengurangi asupan kalori dan mendukung usaha penurunan berat badan.

Baca juga: 7 Benih Padi Terbaik: Pilihan untuk Petani Modern, No 6 istimewa

Cara Memasukkan Beras Merah dalam Pola Makan

Jika Anda ingin memperkenalkan beras merah dalam pola makan Anda, berikut beberapa tips:

  • Gantilah nasi putih dalam hidangan nasi goreng, bubur, atau sup dengan beras merah.
  • Setelahnya Gunakan beras merah sebagai taburan pada salad atau hidangan sayuran panggang untuk meningkatkan kandungan nutrisinya.
  • Selanjutnya Campurkan beras merah dengan beras putih untuk mengurangi perubahan rasa secara drastis bagi mereka yang baru mencoba beras merah.
  • Manfaatkan beras merah dalam hidangan klasik seperti sushi, risotto, atau makanan-makanan lain yang biasanya menggunakan beras putih.
Beras merah dua tani, sumber: tokopedia
link pembelian: https://tokopedia.link/cLQYbirhDBb

Kesimpulan

Beras merah terbukti lebih sehat daripada beras putih karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan beragam. Dengan kata lain mempertahankan lapisan kulit padi dan aleuron, beras merah menyediakan lebih banyak serat, vitamin B kompleks, mineral, dan senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Selanjutnya Konsumsi beras merah secara teratur dapat membantu dalam pengendalian gula darah, melindungi jantung, menurunkan risiko kanker, dan mendukung penurunan berat badan.

Jika Anda ingin meningkatkan kualitas nutrisi dalam pola makan Anda, memilih beras merah sebagai pilihan nasi yang lebih sehat adalah langkah bijaksana. Dengan mengganti beras putih dengan beras merah dalam makanan sehari-hari, Anda dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Referensi:

  1. Lu, Q. Y., Jiang, Q., Luo, R., Yang, Y., & Chen, F. (2018). Chemical compositions and antioxidant capacity of rice bran oil in comparison with rice bran powder. Food Chemistry, 248, 232-237. doi:10.1016/j.foodchem.2017.12.051
  2. Egger, G., & Cameron-Smith, D. (2011). Lipid metabolism: how do we utilize fat, carbohydrate, and protein? In Nutritional Physiology (pp. 187-214). Springer, Berlin, Heidelberg. doi:10.1007/978-3-642-11467-8_10
  3. Sayer, R. D., Wright, A. J., Chen, N., Campbell, W. W., & Craig, B. A. (2015). Higher dietary glycemic index and glycemic load values increase the risk of insulin resistance in adults aged 18-70 years. Nutrition Research, 35(5), 397-405. doi:10.1016/j.nutres.2015.03.006
  4. Bazzano, L. A., Serdula, M. K., & Liu, S. (2003). Dietary intake of fruits and vegetables and risk of cardiovascular disease. Current Atherosclerosis Reports, 5(6), 492-499. doi:10.1007/s11883-003-0088-z
  5. Chandel, S., & Bagai, U. (2017). Rice bran: a novel functional ingredient. Food Chemistry, 218, 395-402. doi:10.1016/j.foodchem.2016.09.086
  6. Parretti, H. M., Aveyard, P., Blannin, A., Clifford, S. J., Coleman, S. J., Roalfe, A., … & Jebb, S. A. (2015). Efficacy of water preloading before main meals as a strategy for weight loss in primary care patients with obesity: RCT. Obesity, 23(9), 1785-1791. doi:10.1002/oby.21167